Menyusun Rencana Strategis

Semester lalu, di MK Manajemen Kesehatan ada tugas menyusun rencana strategis. Coba-coba buat renstra klinik fiktif, jadilah Alamanda Wound Care Clinic. Budgeting sengaja tidak dilampirkan (itung2 duit bikin pusing, pas jadi males liatnya :)).

RENCANA STRATEGIS

ALAMANDA WOUND CARE CLINIC

PERIODE 2011-2015

Alamanda Wound Care Clinic adalah klinik khusus perawatan luka yang berlokasi di Kota Malang, Propinsi Jawa Timur. Letaknya yang di tengah kota memudahkan akses transportasi. Klinik ini menyediakan pelayanan perawatan diabetic ulcers, pressure ulcers, surgical wounds, traumatic wounds, luka bakar dan luka akibat kanker dengan metode modern yg ditunjang oleh peralatan canggih.

Sebagai klinik yang baru berkembang, Alamanda Wound Care Clinic memiliki rencana strategis sebagai berikut:

A. Analisis Lingkungan Internal dan Analisis Lingkungan Eksternal (ALI-ALE)

Analisis menggunakan matriks SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunities, Threats) yaitu S-W untuk ALI dan O-T untuk ALE. Berikut hasil analisis SWOT yang telah dilakukan:

Strengths (Kekuatan)  

1.      Memiliki struktur organisasi dan sistem manajemen yang jelas.

2.      Klinik khusus rawat luka pertama di Kota Malang.

3.      Memiliki peralatan modern, canggih, dan baru.

4.      SDM berkualitas.

5.      Menyediakan layanan metode rawat luka modern yang bersifat holistik.

6.      Ada unit khusus untuk riset dan pemasaran.

7.      Memiliki website resmi.

8.      Lokasi strategis, terletak di tengah kota dan mudah diakses.

Weaknesses (Kelemahan)  

1.      Kualitas dan kuantitas SDM belum merata.

2.      Baru berkembang jadi kinerja tim belum teruji.

3.      Jumlah peralatan modern dan canggih masih terbatas.

4.      Dana pengembangan masih terbatas.

5.      Belum memiliki kerjasama luas dengan pihak asuransi kesehatan.

Opportunities (Peluang)  

1.      Meningkatnya jumlah kasus bedah, kecelakaan, dan diabetes mellitus (gangren) mengindikasikan peningkatan kebutuhan terhadap perawatan luka.

2.      Meningkatnya tingkat pendidikan, maka kesadaran terhadap kesehatan semakin meningkat.

3.      Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan perluasan dan peningkatan mutu layanan klinik.

4.      Jumlah penduduk yang besar merupakan konsumen potensial.

5.      Kota Malang sebagai tempat RS rujukan di Jawa Timur.

6.      Sertifikasi sistem manajemen mutu (ISO).

7.      Peluang investasi oleh investor.

Threats (Ancaman)  

1.      RS umum dan swasta yang telah eksis, dengan dana besar, kualitas dan kuantitas SDM unggul berkualitas.

2.      Promosi gencar dari RS dan klinik pesaing.

3.      Kondisi sosial, politik, ekonomi tidak stabil.

B. Visi

Menjadi Klinik Rawat Luka Terbaik dan Terpercaya di Jawa Timur.

C. Misi

1.      Memberi pelayanan kesehatan prima dan berkualitas.

2.      Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana prasarana dan teknologi yang terstandardisasi.

3.      Mengembangkan jaringan kerjasama dan perluasan konsumen.

4.      Melakukan riset berkelanjutan untuk pelayanan yang lebih baik.

D. Tujuan

Sebagai penjabaran visi dan misi, maka tujuan yang ingin dicapai pada periode 2011-2015 yaitu:

1.      Peningkatan kualitas layanan kesehatan yang berorientasi pada konsumen.

2.      Peningkatan kinerja tim yang kompeten, profesional, dan berdedikasi tinggi.

3.      Peningkatan kuantitas dan kualitas sarana prasarana dan alat-alat medis.

4.      Pemeliharaan aset-aset klinik secara berkesinambungan.

5.      Peningkatan jaringan kerjasama yang efektif.

6.      Peningkatan daya saing klinik.

7.      Perluasan akses pasar di propinsi Jawa Timur.

8.      Penngembangan riset berkelanjutan yang produktif, inovatif, dan solutif.

E. Sasaran dan Target

Dari tujuan dapat dirumuskan sasaran dan target sebagai berikut:

1.      Peningkatan kualitas layanan kesehatan yang berorientasi pada konsumen:

  • Meningkatnya tingkat kepuasan konsumen dengan indikator hasil riset kepuasan konsumen yang dilakukan tiap tahun. Target yang ingin dicapai adalah peningkatan angka kepuasan konsumen tiap tahun.
  • Adanya sistem manajemen yang menjamin mutu layanan pada konsumen dengan indikator sertifikasi ISO yang ditargetkan dicapai pada tahun 2013, dan terus dipertahankan dan ditingkatkan hingga tahun 2015.

2.      Peningkatan kinerja tim yang kompeten, profesional, dan berdedikasi tinggi:

  • Meningkatkan kualitas SDM secara berkala dengan indikator jumlah tenaga kesehatan yang tersertifikasi pelatihan dan partisipasi dalam forum ilmiah (seminar, workshop, dll). Target yang ingin dicapai adalah klinik mengadakan dan berpartisipasi dalam 3 even pelatihan/seminar/workshop dengan jumlah SDM minimal 10 orang tiap tahun.
  • Bertambahnya kuantitas dan kualitas SDM profesional dengan indikator jumlah dokter spesialis, perawat , dan tenaga lain dengan kualifikasi minimal D3.  Target kuatitas SDM sebagai berikut: (*tabel error)
  • Meningkatnya loyalitas dengan indikator  tingkat keluar masuk karyawan (turn over) rendah. Target yang ingin dicapai adalah tingkat turn over berkisar pada 10%-20% tiap tahun.

3.      Peningkatan kuantitas dan kualitas sarana prasarana dan alat-alat medis:

  • Meningkatnya kuantitas dan kualitas alat-alat medis modern dan canggih dengan indikator jumlah pembelian alat-alat medis modern dan canggih. Terget pembelian adalah satu alat baru dalam 2 tahun (2011 dan 2012), dan satu alat baru tiap tahun selanjutnya (2013-2015).
  • Pemanfaatan gedung secara optimal dengan indikator frekuensi renovasi interior dan eksterior gedung untuk memberi kenyamanan pada petugas dan pasien.

4.      Pemeliharaan aset-aset klinik secara berkesinambungan:

  • Aset-aset klinik terawat dengan baik dengan indikator jumlah aset yang berfungsi optimal dan rusak tiap tahun. Target angka kerusakan alat tidak lebih dari 5% tiap tahun.

5.      Peningkatan jaringan kerjasama yang efektif:

  • Meningkatnya kerjasama dengan indikator jumlah kerjasama dengan RS dan klinik lain, supplier alat-alat medis, pemerintah, dan pihak asuransi kesehatan yang meningkat dari tahun ke tahun.
  • Meningkatnya efektifitas jaringan dengan indikator perbandingan jumlah jaringan dan jumlah konsumen. Ditargetkan peningkatan jumlah jaringan seiring dengan pertambahan jumlah konsumen.

6.      Peningkatan daya saing klinik:

  • Meningkatnya keunggulan kompetitif klinik dibanding RS lain. Indikatornya adalah jumlah kasus luka yang ditangani di klinik Alamanda dibanding jumlah keseluruhan kasus luka di Malang. Selain itu jumlah pasien area Jawa Timur (luar Malang) yang melakukan rawat luka di klinik Alamanda. Ditargetkan mengalami kenaikan minimal 5% tiap tahun pada tahun 2011-2013, dan 8% pada tahun 2014-2015.

9.      Perluasan akses pasar di propinsi Jawa Timur:

  • Meningkatnya pengguna jasa klinik rawat luka di Jawa Timur dengan indikator petambahan jumlah pasien dari luar Kota Malang minimal naik 5% setiap tahun.
  • Meningkatnya kepopuleran klinik Alamanda di Jawa Timur dengan indikator tingkat pengetahuan masyarakat tentang klinik berdasarkan hasil riset. Ditargetkan tingkat kepopuleran klinik meningkat tiap tahun.

10.  Peningkatan riset berkelanjutan yang produktif, inovatif, dan solutif.

  • Menyelenggarakan riset untuk menjawab permasalahan dan mengembangkan kualitas layanan. Indikatornya adalah jumlah riset dan inovasi yang dihasilkan. Target pada tahun 2011-2013 yaitu dua riset dan dua inovasi tiap tahun, dan tahun 2014-2015 tiga riset dan tiga inovasi tiap tahun.
  • Mengembangkan kerjasama dengan peneliti atau institusi riset lain sebagai forum transfer pengetahuan. Indikatornya adalah peneliti klinik berpartisipasi aktif dalam forum ilmiah. Ditargetkan peneliti berpartisipasi minimal dalam dua forum tiap tahun.

F. Analisis Strategi

Berdasarkan matriks SWOT, dapat dirumuskan analisis strategi sebagai berikut:

1.      Strategi S-O:

  • Memiliki struktur organisasi dan sistem manajemen yang jelas dijadikan kekuatan untuk menangkap peluang sertifikasi sistem manajemen mutu (ISO) (S1; O6)
  • Memiliki peralatan modern, canggih, dan baru, SDM berkualitas, menyediakan layanan metode rawat luka modern yang bersifat holistik merupakan kekuatan untuk menangkap peluang meningkatnya jumlah kasus bedah, kecelakaan, dan diabetes mellitus (gangren), meningkatnya tingkat pendidikan, maka kesadaran terhadap kesehatan semakin meningkat, dan Kota Malang sebagai tempat RS rujukan di Jawa Timur (S4,5,6; O1,2,5).
  • Ada unit khusus untuk riset dan pemasaran, memiliki website resmi merupakan kekuatan untuk menangkap peluang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan perluasan dan peningkatan mutu layanan klinik, jumlah penduduk yang besar merupakan konsumen potensial (S7,8; O3,4).
  • Klinik khusus rawat luka pertama di Kota Malang, lokasi strategis, terletak di tengah kota dan mudah diakses merupakan kekuatan untuk menangkap peluang investasi oleh investor (S2,8; O7).

2.      Strategi S-T:

  • Memiliki struktur organisasi dan sistem manajemen yang jelas dapat dimanfaatkan untuk memperkecil ancaman kondisi sosial, politik, ekonomi tidak stabil (S1; T3).
  • Klinik khusus rawat luka pertama di Kota Malang, memiliki peralatan modern, canggih, dan baru, SDM berkualitas, menyediakan layanan metode rawat luka modern yang bersifat holistik merupakan kekuatan untuk memperkecil ancaman RS umum dan swasta yang telah eksis, dengan dana besar, kualitas dan kuantitas SDM unggul berkualitas (S2,3,4,5; T1)
  • Ada unit khusus untuk riset dan pemasaran, memiliki website resmi, lokasi strategis, terletak di tengah kota dan mudah diakses dapat dijadikan kekuatan untuk memperkecil ancaman promosi gencar dari RS dan klinik pesaing (S6,7,8; S2).

3.      Strategi W-O:

  • Meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM, jumlah peralatan modern dan canggih untuk menangkap peluang meningkatnya jumlah kasus bedah, kecelakaan, dan diabetes mellitus (gangren) mengindikasikan peningkatan kebutuhan terhadap perawatan luka, meningkatnya tingkat pendidikan, maka kesadaran terhadap kesehatan semakin meningkat, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan perluasan dan peningkatan mutu layanan klinik (W1,3; O1,2,3).
  • Meningkatkan kinerja tim untuk menangkap peluang sertifikasi sistem manajemen mutu (ISO) (W2; O6).
  • Meningkatkan dana pengembangan untuk menangkap peluang Kota Malang sebagai tempat RS rujukan di Jawa Timur dan peluang investasi oleh investor (W4; O5,7).
  • Meningkatkan kerjasama dengan pihak asuransi kesehatan untuk menangkap peluang jumlah penduduk yang besar merupakan konsumen potensial (W5; O4).

4.      Strategi W-T:

  • Meningkatkan pemerataan kualitas dan kuantitas SDM dan kinerja tim untuk memperkecil ancaman kondisi sosial, politik, ekonomi tidak stabil (W1,2; T3).
  • Meningkatkan jumlah peralatan modern dan canggih dan dana pengembangan untuk memperkecil ancaman RS umum dan swasta yang telah eksis, dengan dana besar, kualitas dan kuantitas SDM unggul berkualitas (W3,4; T1).
  • Meningkatkan kerjasama luas dengan pihak asuransi kesehatan untuk memperkecil ancaman promosi gencar dari RS dan klinik pesaing (W5; T2).

G.    Strategi

Dari analisis strategi, dirumuskan strategi sebagai berikut:

1.      Memantapkan struktur organisasi dan sistem manajemen untuk meraih sertifikasi ISO.

2.      Mengoptimalkan kinerja tim dan pelayanan prima untuk meraih kepercayaan konsumen.

3.      Meningkatkan pemerataan kualitas dan kuantitas SDM dengan pelatihan, partisipasi aktif dalam forum ilmiah, dan rekruitmen tenaga baru.

4.      Meningkatkan citra klinik untuk memperbesar daya saing dan meraih dana pengembangan melalui investasi oleh investor.

5.      Memberdayakan unit pemasaran dalam mempromosikan layanan klinik untuk meraih pangsa pasar di Kota Malang dan Jawa Timur.

6.      Meningkatkan efektifitas jaringan kerjasama yang telah ada dan mengembangkan jaringan kerjasama baru untuk memperluas pasar.

7.      Memberdayakan unit riset untuk melakukan riset produktif, inovatif, dan solutif  untuk pengembangan layanan dan menghadapi tantangan globalisasi.

8.      Memantapkan stabilitas klinik untuk menghadapi kondisi sosial, politik, dan ekonomi yang tidak stabil.

H. Kebijakan, Program, dan Kegiatan (*tabel error)

Kebijakan Program Kegiatan
Meningkatkan kualitas manajemen organisasi

Meningkatkan kualitas layanan klinik

 

Meningkatkan kualitas, kuantitas SDM, dan kinerja tim

Meningkatkan pencitraan, jaringan, dankegiatan pemasaran

Meningkatkan inovasi dengan pemberdayaan unit riset

Meningkatan pemanfaatan sarana-prasarana, dan pemenuhan alat-alat kesehatan standar dan canggih

Administrasi perkantoran

Administrasi klinik

 

Informasi dan Teknologi (IT)

ISO

Klinik spesialis

Homecare

Layanan online

Laboratorium

Apotek

Peningkatan mutu SDM

Rekruitmen tenaga baru

Outbond dan rekreasi

Promosi klinik

Jaringan asuransi

Jaringan pemerintah, swasta, dan masyarakat

Riset klinik

Perpustakaan

Pengadaan dan pemeliharaan sarana-prasarana

Peningkatan dan pemeliharaan alat-alat kesehatan

ATK

  • Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor
  • Penyediaan biaya pemeliharaan meja, komputer
  • Pembaharuan sistem pengarsipan dan surat menyurat
  • Inventarisasi aset-aset klinik
  • Pembayaran gaji pegawai
  • Alokasi dana insentif pegawai dan biaya perjalanan
  • Penyempurnaan SOP
  • Peningkatan sistem pelaporan kegiatan (harian, mingguan, bulanan, tahunan)
  • Pengadaan dan pemeliharaan sistem informasi berbasis komputer
  • Diseminasi informasi sistem IT pada seluruh staf
  • Pelatihan sistem IT
  • Peningkatan kualitas website
  • Membentuk tim ISO
  • Penyiapan sistem ISO
  • Monitoring pelaksanaan ISO
  • Pelayanan praktek dokter spesialis bedah dan penyakit dalam
  • Penyediaan layanan rawat luka dengan metode modern
  • Pembentukan tim Homecare
  • Penyediaan transportasi
  • Penyediaan fasilitas konsultasi dan informasi kesehatan melalui website
  • Pengadaan akses jadwal layanan rawat luka melalui website
  • Penyediaan reagen kimia dan fasilitas kultur untuk darah, pus, dan urin.
  • Perbaikan sistem dokumentasi
  • Pengadaan obat-obatan
  • Perbaikan sistem inventarisasi dan penyimpanan obat
  • Pengadaan pelatihan/seminar oleh pihak klinik
  • Pengiriman perawat dan tenaga lain untuk mengikuti seminar/workshop
  • Pengadaan kuliah bersama setiap bulan untuk penyegaran informasi
  • Pemasangan iklan lowongan kerja
  • Pengadaan fit dan proper tes
  • Training tenaga baru untuk perawat dan tenaga lain selama 3 bulan
  • Survey lokasi
  • Pengadaan transportasi dan akomodasi
  • Pengadaan kegiatan outbond
  • Pengadaan rekreasi sekali per tahun
  • Pengadaan baliho dan leaflet klinik
  • Penyediaan informasi klinik di website
  • Pendataan konsumen potensial
  • Tour ke luar kota untuk mempromosikan klinik
  • Pembaruan kerjasama dengan pihak asuransi
  • Pengadaan kerjasama baru dengan asuransi kesehatan
  • Pengadaan kerjasama program perawatan luka dengan RS lain
  • Pengadaan kerjasama dengan organisasi Diabetisi
  • Perluasan kerjasama dengan investor
  • Pengadaan dengar pendapat dengan masyarakat sekitar RS
  • Pengadaan dengar pendapat dengan Pemerintah Daerah untuk menyalurkan aspirasi terkait kebijakan yang mempengaruhi klinik.
  • Pengadaan logistik riset
  • Riset rawat luka
  • Penyediaan jurnal dan referensi ilmiah lainnya
  • Dokumentasi riset
  • Pengadaan buku-buku tentang rawat luka
  • Langganan majalah ilmiah
  • Renovasi interior dan eksterior gedung
  • Pengadaan peralatan rumah tangga klinik
  • Pemeliharaan alat komunikasi
  • Penyediaan jasa kebersihan klinik
  • Pemeliharan berkala kendaraan klinik
  • Pembelian alat-alat rawat luka standar
  • Pembelian peralatan canggih untuk perawatan luka
  • Pemeliharaan dan kalibrasi alat medis
  • Penyediaan alat tulis
  • Penyediaan barang cetakan

REFERENSI

Adrianingsih, Tri Erri Astoeti. 2000. Perencanaan Strategik Pengembangan Klinik Gigi Pendidikan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti 2000-2004. Tesis Program Pascasarjana IKM UI.

David, Fred R. 2009. Manajemen Strategis. Salemba Empat: Jakarta.

Departemen Kesehatan RI. 2009. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan 2005-2025. Depkes RI: Jakarta.

Kementrian Perdagangan RI. 2010. Rencana Strategis Kementrian Perdagangan Periode 2010-2014. Kemendag RI: Jakarta.

Gallery | This entry was posted in General. Bookmark the permalink.

2 Responses to Menyusun Rencana Strategis

  1. az-zahra says:

    katanya bikin klinik “special just 4 woman” sista ???? wound care juga nih :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s